Kategori: Artikel

Kriteria Rumah Sehat

BEBERAPA KRITERIA DALAM MERENCANAKAN RUMAH SEHAT & NYAMAN

 

MEMILIH LINGKUNGAN RUMAH

Dilihat dari lokasinya rumah yang sehat adalah rumah yang berada di lingkungan hijau, bersih dengan iklim dan temperatur yang ideal.

Iklim yang ideal adalah :

  1. memiliki suhu tidak kurang dari 16’C dan tidak lebih dari 24’C
  2. memilki kelembaban udara tidak kurang dari 45% dan tidak lebih dari 70%
  3. mendapatkan sinar matahari sekitar 6 jam per hari

MEMILIH LOKASI YANG TEPAT

Sebelum membeli Tanah atau Rumah, sebaiknya cermati dulu peruntukan lokasi tapak tersebut sampai 10 tahun kedepan

( berdasarkan data Rencana Umum Tata Ruang Kota / Daerah ).

Perhatikan apakah tapak tersebut diperuntukkan sebagai kawasan pemukiman atau fungsi lainnya. Dan perhatikan juga apakah lokasi dalam radius sekitar 2 kilometer terdapat fungsi yang tidak menguntungkan, seperti pabrik, bandar udara, rel kereta api, tegangan tinggi atau tempat pembuangan sampah.

Perhatikan lokasi seperti :

a.     Kemudahan Akses / Transportasi

b.     Fasilitas umum dan lingkungan

c.     Jarak antar bangunan dan jalan serta luas bangunan

Idealnya setiap bangunan rumah berdiri sendiri, tidak berdempetan, untuk memudahkan pengaturan sirkulasi udara serta perletakan bukaan atau jendela.

Jarak bangunan dari jalan (GSB) diatur oleh tatakota, biasanya setengah dari lebar jalan.

Luas dasar bangunan terhadap tapak (KDB) berbeda disetiap area. Untuk daerah konservasi air biasanya luas bangunan hanya diperbolehkan 20% dari luas tapak, sedangkan di pemukiman perkotaan antara 40%-60%.

d.     Kondisi Udara, Air dan Tanah

Pencemaran lingkungan ( udara, air dan tanah ) biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bandar udara, pabrik, pembuangan limbah, pengolahan limbah dsb.

MEMILIH TAPAK YANG SEHAT

Untuk memperoleh data tentang arah matahari, angin, kebisingan, pemandangan serta unsur landscape.   

a.       Sinar Matahari

Pilih tapak yang cukup mendapatkan sinar matahari pagi secara optimal, yaitu tapak yang menghadap ke utara, selatan atau timur. Sedangkan tapak yang menghadap barat sebaiknya dihindari.

b.       Arah Angin

Dengan mengetahui arah angin kita akan mudah mengalokasikan penempatan ventilasi bangunan. Hindari tapak yang arah datangnya angin terhalanh oleh bangunan lain. Meskipun demikian perhatikan pula area sekitar daerah mengalirnya angin, karena angin juga dapat membawa bebauan yang tidak diinginkan.

c.       Suara / Kebisingan

Sebagai tempat beristirahat, rumah butuh ketenangan. Sumber kebisingan terjadi bila rumah dekat dengan bandar udara, jalan raya, jalan tol, pabrik, sekolah serta area komersial.

d.       pH Tanah

Hindari tapak yang tanahnya terlalu asam (dibawah 5) atau terlalu basa (diatas 8) karena menunjukkan adanya masalah pencemaran tanah.

e.       Sumber Air

Periksalah sumber air yang tersedia dalam tapak, bila menggunakan sumber air tanah, hendaknya diperiksakan terlebih dahulu ke Perusahaan Air Minum (PAM) setempat, apakah air tersebut layak minum. Jarak minimum antara penampungan air kotor (septictank) dengan sumber air bersih min. 10 meter. Namun, harus diingat, perhatikan jarak ini juga terhadap septictank tetangga.

f.        Saluran Buangan Air

Terbagi menjadi saluran buangan air rumah dan air hujan. Buangan air rumah terdiri atas air bekas (cuci dan mandi), serta air kotor kloset yang dialirkan ke penampungan khusus. Sedangkan saluran air hujan dan air bekas dari rumah dialirkan ke selokan lingkungan. Saluran air bekas dalam tapak harus dibuat tertutup, namun dibuatkan bak kontrol setiap jarak 4 meter.

DESAIN RUMAH SEHAT

Sebelum merancang layout ruang-ruang didalam rumah, sebaiknya kita membuat sketsa diagram pengelompokkan area ruang-ruang atau zona berdasarkan fungsinya, misalnya zona publik atau ruang bersama, zona privat untuk ruang-ruang pribadi serta zona servis untuk ruang-ruang penunjang

a.  Zona Privat

hendaknya diletakkan di area yang jauh dari jalan atau sumber  kebisingan ( Kamar tidur, kamar mandi dan ruang kerja ).

b.     Zona Publik

Dekat dengan pintu utama, seperti ruang tamu, ruang duduk dan ruang makan.

c.     Zona Servis

Diletakkan dekat dengan ruang luar sekunder seperti taman samping atau belakang ( dapur, garasi mobil, gudang, ruang cuci dan setrika, ruang pembantu ).

Setiap zona ini hendaknya memiliki sirkulasi yang baik untuk menghubungkan antara satu zona dengan zona lainnya

Iklan

Mengenal & Menggunakan jasa KONTRAKTOR

Membangun RUMAH TINGGAL dengan Hasil Rancangan yang disukai adalah impian semua orang. Permasalahan yang timbul adalah seringkali Proses Pembangunannya begitu melelahkan, merepotkan dan menyita waktu.

Bagi mereka yang tidak memiliki cukup waktu dalam membangun rumah akan menggunakan jasa KONTRAKTOR. Profesi ini memang khusus menyediakan jasa pendirian rumah sesuai keinginan Klien. Mereka menawarkan berbagai kemudahan dalam proses Pembangunan Rumah, mulai dari merancang DESAIN, mengurus surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)  dan Kelayakan Bangunan, membeli dan menyiapkan Material/Bahan hingga membangun Rumah Impian Klien.

Secara umum KONTRAKTOR bisa didefinisikan sebagai orang/badan yang proses kerjanya terikat oleh KONTRAK. Tentu saja pekerjaan ini disesuaikan dengan tenggat waktu yang telah disepakati antara dua belah pihak, mulai dari perencanaan, pengerjaan hingga penyelesaian.

Kontraktor sebaiknya memiliki persyaratan dasar teknis dalam mendirikan bangunan. Ada banyak keuntungan jika seorang Kontraktor memiliki pendidikan dasar teknik, baik itu Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Mekanikal dan Elektrikal, Lanskap maupun Desain Interior. Manfaatnya antara lain :

1. Mereka (Kontraktor) yang memiliki pendidikan Arsitektur akan memiliki keuntungan seperti ;

  • mengetahui tata letak dan kebutuhan ruangan dalam sebuah rumah
  • pengaturan tata cahaya alami ( meminimalisir penggunaan listrik disiang hari)
  • pengaturan sirkulasi udara yang baik
  • mengetahui daerah mana saja yang perlu diberi penghijauan atau ruang terbuka hijau.

2. Mereka (Kontraktor) yang memiliki pendidikan Teknik Sipil akan memiliki keuntungan seperti ;

  • perencanaan struktur dan konstruksi yang baik
  • perencanaan Anggaran Biaya dan Waktu kerja.
  • posisi, dimensi dan perhitungan kekuatan untuk pondasi, tangga, balok dan plat, kolom dan Atap

3. Mereka (Kontraktor) yang memiliki pendidikan Lanskap akan memiliki keuntungan seperti ;

  • Pengaturan jenis tanaman yang cocok
  • tata letak tanaman hias dan tumbuhan
  • penataan elemen batu hias untuk memperindah suasana taman dll.

Kontraktor bekerja dengan tahapan-tahapan tertentu, yaitu saat sebelum pembangunan, pembangunan berlangsung dan sesudah pembangunan selesai. Ketaatan Kontraktor terhadap jadwal tahapan-tahapan kerja ini akan mengakibatkan Mutu dan Hasil kerja maksimal.

Kontraktor yang baik, perlu memahami dan memiliki hal-hal berikut :

RENCANA GAMBAR

Rencana Gambar adalah hal utama yang harus dipahami oleh seorang KONTRAKTOR. Melalui Rencana Gambar, Kontraktor akan mengetahui Harga Satuan Bangunan, Materi Bangunan yang harus digunakan dan perkiraan jumlah tenaga kerja secara tepat.

URAIAN PEKERJAAN

Setelah mendapat gambaran mengenai Harga Satuan bangunan, material bangunan yang digunakan dan jumlah tenaga kerja, selanjutnya Kontraktor dapat menguraikan dalam Daftar Uraian Pekerjaan.

PENGALAMAN KERJA

Sebagai penyedia jasa, para Kontraktor harus membangun kepercayaan Owner kepada dirinya. Biasanya dimulai dengan mengerjakan proyek bangunan dari orang-orang terdekat dan teman-teman. Setelah mendapat pengalaman dalam pembangunan rumah, seorang Kontraktor dapat menyertakan analisa dan gambar/foto dari proyek yang pernah dikerjakannya.

Analisa RAB adalah hal utama yang harus dimengerti oleh para Kontraktor. Pada dasarnya dengan perhitungan kebutuhan Bahan Bangunan secara tepat, akan didapatkan estimasi biaya yang harus dikeluarkan. Perhitungan RAB yang cermat dan tepat akan memudahkan KONTRAKTOR dalam menentukan keuntungan yang akan didapatkan.

(sumber: Pintar Membangun Rumah)

Merencanakan Renovasi RUMAH Sendiri(2)

Membuat DENAH RUANGAN

Ketika menerapkan ukuran rumah kedalam gambar, perlu diperhatikan kembali denah lama Rumah Anda. Seberapa banyak Anda akan melakukan renovasi, sehingga seberapa perlu melakukan pembongkaran. Selain itu, masalah Utilitas Rumah, seperti jalur pipa air bersih dan air kotor serta kelistrikan, sedapat mungkin dipertahankan untuk mempermudah dan menghemat biaya renovasi.

Ruangan apa saja yang harus diprioritaskan mendapatkan akses langsung dari luar atau yang membutuhkan sinar matahari dan pertukaran hawa, itu yang harus diletakkan pada bagian yang berhubungan dengan udara terbuka. Contoh ruangan yang mempunyai akses langsung adalah garasi/carport dan ruang tamu. Contoh ruangan yang membutuhkan sinar matahari dan/atau pertukaran udara adalah kamar tidur dan dapur. Ruangan yang hanya membutuhkan pertukaran udara adalah kamar mandi/wc.

Jadi, sudah pasti carport atau garasi berada paling depan. Kemudian Ruang tamu sebagai ‘pintu masuk’ kedalam rumah. Usahakan meletakkan kamar-kamar tidur menghadap keluar (kehalaman depan atau halaman belakang) agar bisa mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Selanjutnya, tentukan lokasi ruangan-ruangan yang basah seperti dapur, kamar mandi dan tempat cuci. Usahakan berdekatan atau berada didalam disatu jalur agar memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor, terutama dari buangan WC menuju septic tank diupayakan selurus mungkin. Misalnya dapur berdekatan dengan kamar mandi dan ruang cuci, atau bila bertingkat, kamar mandi atas berada diatas kamar mandi bawah. Tapi jangan sampai meletakkan kamar mandi diatas dapur. Secara psikologis dan logika saja rasanya kurang nyaman untuk memasak makanan dilantai bawah sementara diatasnya tempat membuang sisa makanan.

Sirkulasi Udara dan Sinar Matahari

Agar UDARA bisa leluasa bergerak didalam rumah, buatlah langit-langit cukup tinggi (minimal 3,00m). Atau buat salah satu ruang bersama (misalnya ruang keluarga atau ruang makan) tanpa menggunakan langit-langit, tetapi beri jendela kecil atau lubang ventilasi diatas dindingnya. Untuk rumah bertingkat, usahakan memanfaatkan mezzanine yaitu balkon didalam rumah, sehingga dari lantai atas kita bisa melihat ke lantai bawah. Langit-langit atau atap diatas mezzanine tersebut dibuat lebih tinggi lagi. Dengan adanya ruang yang tinggi dan berventilasi, udara akan leluasa bergerak. Udara panas yang berat jenisnya lebih ringan dengan sendirinya naik ke atas. Jadi kita yang berada dibawah akan merasakan udara yang lebih sejuk daripada di atas.

Perlunya TAMAN

TAMAN memiliki manfaat yang sangat banyak, bisa menjadi penyaring udara, kebisingan dan juga debu, serta buffer atau pelindung. Taman depan bisa ditanami pohon yang sekaligus berfungsi sebagai peneduh, sedangkan untuk pelengkapnya bisa dipilih bermacam semak atau perdu serta dikombinasi dengan penutup tanah berupa rumput. Sedapat mungkin jangan membuat perkerasan beton atau batu di taman depan, sebab dengan adanya perkerasan penuh berarti mengurangi penyerapan air kedalam tanah. Apabila perlu, lantai carport pun bisa menggunakan paving block.

Untuk Taman belakang atau taman di dalam, bisa saja dibuat menjadi dry garden, yaitu cukup dengan menebarkan batu kerikil bulat dan meletakkan beberapa tanaman dalam pot yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari penuh seperti paku-pakuan atau jenis indoor plant lainnya. Alternatif lain bisa juga dibuatkan kolam kecil, karena sifat air pada kolam dan suara gemericik air bisa menambah kesejukan didalam rumah.

Untuk membuat rencana rumah sendiri memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan untuk belajar mencoba. Namun, apabila hasil akhirnya bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, alangkah puas dan tidak sia-sialah pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Jadi, sebetulnya tidak terlalu sulit bukan untuk menciptakan rumah kita menjadi istana yang nyaman? Rumah yang nyaman, meski kecil akan menjadi tempat yang selalu kita rindukan manakala kita bepergian. Rumah nyaman dan sejuk hasil kreasi sendiri, yang didalamnya senantiasa diisi pula oleh kehangatan hubungan keluarga, cinta dan kasih sayang akan senantiasa menjadi tempat yang selalu dirindukan. (serial rumah)

Merencanakan Renovasi RUMAH Sendiri(1)

Dalam melakukan Renovasi, adalah wajar apabila kita ingin memanfaatkan lahan rumah semaksimal mungkin. Namun, seringkali sebagian orang melupakan faktor keamanan, kenyamanan, estetika maupun legalitas. Untuk memadukan semua unsur diatas, diperlukan keahlian khusus, yang juga harus dipelajari secara khusus pula. Peranan Arsitek dalam mewujudkan Rumah Idaman sangat diperlukan, agar semua unsur tadi dapat menyatu dalam tatanan atau paduan yang serasi dan seimbang. Arsitek akan mencoba menerjemahkan keinginan Pemilik Rumah dan menuangkannya dalam bentuk Gambar.

Pada tulisan ini, kami ingin membagi pengalaman praktis atau kiat-kiat bagaimana mengoptimalkan lahan terbatas dirumah, dan sekaligus bisa mendapatkan ruang (space) dan ruangan (room) tambahan sesuai kebutuhan serta membuat Anda bisa menjadi Arsitek untuk rumah sendiri.

Kenali Rumah Anda

Sebelum Anda membuat rencana renovasi, yang pertama harus Anda lakukan adalah mempelajari rumah anda sendiri. Berikut informasi yang seharusnya perlu Anda ketahui.

  • Peraturan membangun rumah yang telah dibuat oleh Pemerintah setempat.
  • Kualitas bangunan, khususnya aspek struktur bangunan.
  • Arah mata angin dan kemana arah rumah menghadap. Dengan mengetahui arah mata angin, anda dapat mengetahui pula arah pergerakan sinar matahari. Dengan demikian, perletakan ruangan dan bukaan-bukaan (pintu, jendela dan ventilasi) bisa disesuaikan dengan arah masuknya sinar matahari.
  • Kemiringan tanah. Ini diperlukan untuk menentukan kemana air mengalir. Apabila sudah ada selokan, Anda tidak perlu lagi mencari pembuangan air limbah cuci dan mandi.
  • Posisi dan kapasitas septic tank. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa mempertimbangkan apakah satu septic tank mampu untuk menampung limbah anggota keluarga yang bertambah atau jumlah kamar mandi yang bertambah.

Kebiasaan Anggota Keluarga

Dengan mengetahui kebiasaan sehari-hari pemilik rumah, Anda akan terbantu mendapatkan ruang yang sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk rumah yang ruangnya terbatas.

Kebutuhan mandi, misalnya. Apakah perlu memiliki bathtub di kamar mandi, sementara sehari-harinya anda membutuhkan waktu paling tidak 5 menit dengan pancuran (shower) atau menggunakan gayung.

Contoh lain adalah seberapa sering dan banyak anda menerima tamu resmi yang memerlukan ruang tamu, sementara dirumah juga ada ruang keluarga? Kalau kedatangan tamu hanya satu minggu sekali, dan itupun tamu jauh misalnya, mengapa memerlukan dua buah ruang duduk (ruang tamu dan ruang keluarga), sementara satu ruang keluarga yang cukup besar dan nyaman bisa menampung kegiatan tersebut?

Contoh lain adalah kebiasaan memasak. Apakah anda melakukan belanja setiap hari seperti berbelanja di tukang sayur, misalnya. Atau belanja hanya satu minggu sekali? Apabila kegiatan belanja anda adalah yang pertama, ada baiknya meletakkan dapur dibagian depan, sehingga kegiatan anda berbelanja dan keluar masuk rumah bisa melalui dapur saja.

Menghitung Kebutuhan Ruang

Buatlah Daftar Ruangan apa saja yang Anda butuhkan. Anda sebaiknya memulai dari yang paling utama dibutuhkan, hingga yang paling akhir. Buat urutan dari nomor satu, hingga yang terakhir. Contoh :

  1. ruang tidur anak 1
  2. ruang tidur anak 2
  3. kamar mandi
  4. dapur
  5. perpustakaan / ruang ibadah
  6. ruang cuci, setrika dan jemur
  7. ruang tidur pembantu
  8. kamar mandi pembantu

Setelah daftar ruang disusun, hitung luas masing-masing ruangan. Untuk mendapatkan luas ruang yang diperlukan, Anda bisa mengasumsikan dengan menghitung luas dan jumlah furnitur yang dibutuhkan diruangan tersebut. Untuk Anda yang awam, Anda bisa mencoba mengukur furnitur yang ada sebagai perbandingan. Setelah ukuran masing-masing furnitur didapatkan, tambahkan sekitar 30% dari luasannya untuk sirkulasi atau gerak Anda, bukaan pintu maupun jarak antara furnitur yang diperlukan. Atau untuk mudahnya, bisa saja tambahkan sekitar 60 cm masing-masing furnitur tadi.

Contoh :

Menghitung Luas Ruang Tidur Anak.

  1. Ranjang standar single : 3.20 m2
  2. Lemari pakaian : 1.15 m2
  3. Meja belajar : 1.68 m2
  4. Pintu : 1.52 m2

Jumlah 7.55 m2 (minimal)

Lalu tambahkan sekitar 20 -30%, agar ruang bisa teras lebih nyaman, sehingga didapat 7.55 + 20% = 9.06 m2 dibulatkan menjadi 9.00 m2. Jadi kita dapatkan ukuran ruang anggap saja 3.00 x 3.00 m2.

Anda bisa melakukan hal yang sama untuk semua ruangan yang dibutuhkan, kemudian jumlahkan seluruhnya untuk mendapatkan hasil akhir luas ruang keseluruhan. Selanjutnya periksa kembali apakah luas tersebut sudah sesuai dengan keinginan Anda, biaya yang tersedia, dan luas lantai keseluruhan rumah. Jika ternyata melebihi perhitungan, Anda perlu mencoret daftar ruangan mulai dari yang terbawah atau mengurangi luas ruangan-ruangannya. Dari sini kita bisa mengantidipasi apakah perlu membangun bangunan bertingkat atau tidak, sehingga dari segi biaya dan struktur bangunan harus sudah dipersiapkan untuk bangunan (bertingkat dua lantai).

(sumber: serial rumah)


Alasan Menggunakan Jasa Arsitek

Apa yang dilakukan oleh seorang arsitek untuk proyek Anda?

  1. Arsitek dilatih untuk menerima penjelasan dari Anda dan dapat melihat konsep besarnya – mereka menyadari kebutuhan-kebutuhan penting Anda untuk mendesain bangunan yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan kebutuhan bisnis Anda.
  2. Arsitek dapat menghemat uang Anda dengan memaksimalkan investasi Anda. Sebuah bangunan yang terdesain dengan baik dapat mengurangi biaya Anda saat ini dan meningkatkan nilainya untuk jangka panjang.
  3. Arsitek dapat menghemat waktu Anda – dengan mengatur dan mengoordinasikan elemen-elemen penting dalam proyek, sehingga memberikan Anda waktu untuk berkonsentrasi kepada aktifitas organisasi Anda.
  4. Arsitek dapat membantu bisnis Anda. Mereka menciptakan lingkungan binaan secara keseluruhan – interior dan eksterior – yang nyaman dan fungsional untuk para pengguna dan penghuni lingkungan tersebut.

(sumber: informasi umum IAI)

Mengenal CAT DINDING

Bahan dasar Cat terdiri dari 3 unsur, yakni pigmen warna, perekat dan bahan aditif. Kombinasi ini menghasilkan beragam warna cat dengan bermacam-macam peruntukan dan kualitas.

Cat untuk INTERIOR berbeda dengan cat untuk EKSTERIOR. Untuk cat eksterior wajib mengandung bahan aditif berupa emulsi cat akrilik murni. Bahan ini untuk menjaga ketahanan tembok akibat perubahan cuaca, jamur dan lumut.

Ada 2 jenis bahan dasar pengencer cat. Pertama menggunakan pengencer air (waterbase) yang sering dipakai untuk dinding rumah. Berciri khas lembut dan tidak kilap. Kedua, berbahan dasar minyak (solvent base), pengencerannya dengan thinner. Berciri khas kilap dan mudah dibersihkan serta tahan air. Biasa digunakan untuk tembok kamar mandi atau tempat yang mudah kotor.(ideA)

Hasil Rancangan Desain yang Optimal

Jika Anda menggunakan Jasa Arsitek, Apa yang perlu diperhatikan agar Rancangan Desain Rumah anda optimal ? Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Sebelum merancang desain Rumah tinggal, sampaikan Biaya Anggaran yang anda miliki/persiapkan untuk pelaksanaan pembangunan rumah anda. Ini penting agar Arsitek bisa menyesuaikan Rancangannya dengan kemampuan Keuangan Anda.
  2. Kenali beberapa Gaya Arsitektur yang ada dan yang ingin diterapkan pada rancangan desain rumah Anda (bisa anda cari informasinya melalui buku, majalah, internet atau sumber lainnya). Setelah anda menentukan Gaya yang diinginkan, komunikasikan dengan Arsitek. Makin jelas keinginan dan gaya bangunan yang Anda kehendaki, makin mudah bagi Arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah Rancangan Bangunan.
  3. Perhatikan Saran dan Pertimbangan yang diberikan Arsitek. Jika ide Anda dinilai kurang pas, maka sebaiknya ikuti pendapat dan saran tersebut. Jangan terlalu memaksakan ide jika hal itu malah membuat Arsitektur bangunan Rumah tinggal anda menjadi kurang baik menurut penilaian Arsitek.
  4. Pada proses pembuatan Rancangan Desain Arsitektur Rumah tinggal diperlukan Diskusi dan Kerjasama yang baik antara Anda dengan Arsitek. Seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar Arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan Anda.
  5. Jika Rancangan Desain Arsitektur Rumah selesai dibuat, mintalah Gambar Kerja secara lengkap dari Arsitek. Ini akan sangat membantu Kontraktor/Pemborong Bangunan dalam mewujudkan Rancangan Rumah tinggal Anda.

Saat ini, banyak sekali perusahaan atau perorangan yang bergerak dibidang Jasa Arsitektur Rumah tinggal yang bisa Anda minta untuk membantu merancang desain Rumah. Soal Harga, tentunya bisa dibicarakan sesuai dengan kesepakatan. Jika Anda memiliki teman atau kolega yang kebetulan berprofesi sebagai Arsitek, tentu lebih memudahkan. Disamping Biaya bisa lebih murah, proses komunikasipun jadi lebih mudah terjalin dan intensif.(isdyt.com)