Kriteria Rumah Sehat


BEBERAPA KRITERIA DALAM MERENCANAKAN RUMAH SEHAT & NYAMAN

 

MEMILIH LINGKUNGAN RUMAH

Dilihat dari lokasinya rumah yang sehat adalah rumah yang berada di lingkungan hijau, bersih dengan iklim dan temperatur yang ideal.

Iklim yang ideal adalah :

  1. memiliki suhu tidak kurang dari 16’C dan tidak lebih dari 24’C
  2. memilki kelembaban udara tidak kurang dari 45% dan tidak lebih dari 70%
  3. mendapatkan sinar matahari sekitar 6 jam per hari

MEMILIH LOKASI YANG TEPAT

Sebelum membeli Tanah atau Rumah, sebaiknya cermati dulu peruntukan lokasi tapak tersebut sampai 10 tahun kedepan

( berdasarkan data Rencana Umum Tata Ruang Kota / Daerah ).

Perhatikan apakah tapak tersebut diperuntukkan sebagai kawasan pemukiman atau fungsi lainnya. Dan perhatikan juga apakah lokasi dalam radius sekitar 2 kilometer terdapat fungsi yang tidak menguntungkan, seperti pabrik, bandar udara, rel kereta api, tegangan tinggi atau tempat pembuangan sampah.

Perhatikan lokasi seperti :

a.     Kemudahan Akses / Transportasi

b.     Fasilitas umum dan lingkungan

c.     Jarak antar bangunan dan jalan serta luas bangunan

Idealnya setiap bangunan rumah berdiri sendiri, tidak berdempetan, untuk memudahkan pengaturan sirkulasi udara serta perletakan bukaan atau jendela.

Jarak bangunan dari jalan (GSB) diatur oleh tatakota, biasanya setengah dari lebar jalan.

Luas dasar bangunan terhadap tapak (KDB) berbeda disetiap area. Untuk daerah konservasi air biasanya luas bangunan hanya diperbolehkan 20% dari luas tapak, sedangkan di pemukiman perkotaan antara 40%-60%.

d.     Kondisi Udara, Air dan Tanah

Pencemaran lingkungan ( udara, air dan tanah ) biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bandar udara, pabrik, pembuangan limbah, pengolahan limbah dsb.

MEMILIH TAPAK YANG SEHAT

Untuk memperoleh data tentang arah matahari, angin, kebisingan, pemandangan serta unsur landscape.   

a.       Sinar Matahari

Pilih tapak yang cukup mendapatkan sinar matahari pagi secara optimal, yaitu tapak yang menghadap ke utara, selatan atau timur. Sedangkan tapak yang menghadap barat sebaiknya dihindari.

b.       Arah Angin

Dengan mengetahui arah angin kita akan mudah mengalokasikan penempatan ventilasi bangunan. Hindari tapak yang arah datangnya angin terhalanh oleh bangunan lain. Meskipun demikian perhatikan pula area sekitar daerah mengalirnya angin, karena angin juga dapat membawa bebauan yang tidak diinginkan.

c.       Suara / Kebisingan

Sebagai tempat beristirahat, rumah butuh ketenangan. Sumber kebisingan terjadi bila rumah dekat dengan bandar udara, jalan raya, jalan tol, pabrik, sekolah serta area komersial.

d.       pH Tanah

Hindari tapak yang tanahnya terlalu asam (dibawah 5) atau terlalu basa (diatas 8) karena menunjukkan adanya masalah pencemaran tanah.

e.       Sumber Air

Periksalah sumber air yang tersedia dalam tapak, bila menggunakan sumber air tanah, hendaknya diperiksakan terlebih dahulu ke Perusahaan Air Minum (PAM) setempat, apakah air tersebut layak minum. Jarak minimum antara penampungan air kotor (septictank) dengan sumber air bersih min. 10 meter. Namun, harus diingat, perhatikan jarak ini juga terhadap septictank tetangga.

f.        Saluran Buangan Air

Terbagi menjadi saluran buangan air rumah dan air hujan. Buangan air rumah terdiri atas air bekas (cuci dan mandi), serta air kotor kloset yang dialirkan ke penampungan khusus. Sedangkan saluran air hujan dan air bekas dari rumah dialirkan ke selokan lingkungan. Saluran air bekas dalam tapak harus dibuat tertutup, namun dibuatkan bak kontrol setiap jarak 4 meter.

DESAIN RUMAH SEHAT

Sebelum merancang layout ruang-ruang didalam rumah, sebaiknya kita membuat sketsa diagram pengelompokkan area ruang-ruang atau zona berdasarkan fungsinya, misalnya zona publik atau ruang bersama, zona privat untuk ruang-ruang pribadi serta zona servis untuk ruang-ruang penunjang

a.  Zona Privat

hendaknya diletakkan di area yang jauh dari jalan atau sumber  kebisingan ( Kamar tidur, kamar mandi dan ruang kerja ).

b.     Zona Publik

Dekat dengan pintu utama, seperti ruang tamu, ruang duduk dan ruang makan.

c.     Zona Servis

Diletakkan dekat dengan ruang luar sekunder seperti taman samping atau belakang ( dapur, garasi mobil, gudang, ruang cuci dan setrika, ruang pembantu ).

Setiap zona ini hendaknya memiliki sirkulasi yang baik untuk menghubungkan antara satu zona dengan zona lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s