Merencanakan Renovasi RUMAH Sendiri(1)


Dalam melakukan Renovasi, adalah wajar apabila kita ingin memanfaatkan lahan rumah semaksimal mungkin. Namun, seringkali sebagian orang melupakan faktor keamanan, kenyamanan, estetika maupun legalitas. Untuk memadukan semua unsur diatas, diperlukan keahlian khusus, yang juga harus dipelajari secara khusus pula. Peranan Arsitek dalam mewujudkan Rumah Idaman sangat diperlukan, agar semua unsur tadi dapat menyatu dalam tatanan atau paduan yang serasi dan seimbang. Arsitek akan mencoba menerjemahkan keinginan Pemilik Rumah dan menuangkannya dalam bentuk Gambar.

Pada tulisan ini, kami ingin membagi pengalaman praktis atau kiat-kiat bagaimana mengoptimalkan lahan terbatas dirumah, dan sekaligus bisa mendapatkan ruang (space) dan ruangan (room) tambahan sesuai kebutuhan serta membuat Anda bisa menjadi Arsitek untuk rumah sendiri.

Kenali Rumah Anda

Sebelum Anda membuat rencana renovasi, yang pertama harus Anda lakukan adalah mempelajari rumah anda sendiri. Berikut informasi yang seharusnya perlu Anda ketahui.

  • Peraturan membangun rumah yang telah dibuat oleh Pemerintah setempat.
  • Kualitas bangunan, khususnya aspek struktur bangunan.
  • Arah mata angin dan kemana arah rumah menghadap. Dengan mengetahui arah mata angin, anda dapat mengetahui pula arah pergerakan sinar matahari. Dengan demikian, perletakan ruangan dan bukaan-bukaan (pintu, jendela dan ventilasi) bisa disesuaikan dengan arah masuknya sinar matahari.
  • Kemiringan tanah. Ini diperlukan untuk menentukan kemana air mengalir. Apabila sudah ada selokan, Anda tidak perlu lagi mencari pembuangan air limbah cuci dan mandi.
  • Posisi dan kapasitas septic tank. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa mempertimbangkan apakah satu septic tank mampu untuk menampung limbah anggota keluarga yang bertambah atau jumlah kamar mandi yang bertambah.

Kebiasaan Anggota Keluarga

Dengan mengetahui kebiasaan sehari-hari pemilik rumah, Anda akan terbantu mendapatkan ruang yang sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk rumah yang ruangnya terbatas.

Kebutuhan mandi, misalnya. Apakah perlu memiliki bathtub di kamar mandi, sementara sehari-harinya anda membutuhkan waktu paling tidak 5 menit dengan pancuran (shower) atau menggunakan gayung.

Contoh lain adalah seberapa sering dan banyak anda menerima tamu resmi yang memerlukan ruang tamu, sementara dirumah juga ada ruang keluarga? Kalau kedatangan tamu hanya satu minggu sekali, dan itupun tamu jauh misalnya, mengapa memerlukan dua buah ruang duduk (ruang tamu dan ruang keluarga), sementara satu ruang keluarga yang cukup besar dan nyaman bisa menampung kegiatan tersebut?

Contoh lain adalah kebiasaan memasak. Apakah anda melakukan belanja setiap hari seperti berbelanja di tukang sayur, misalnya. Atau belanja hanya satu minggu sekali? Apabila kegiatan belanja anda adalah yang pertama, ada baiknya meletakkan dapur dibagian depan, sehingga kegiatan anda berbelanja dan keluar masuk rumah bisa melalui dapur saja.

Menghitung Kebutuhan Ruang

Buatlah Daftar Ruangan apa saja yang Anda butuhkan. Anda sebaiknya memulai dari yang paling utama dibutuhkan, hingga yang paling akhir. Buat urutan dari nomor satu, hingga yang terakhir. Contoh :

  1. ruang tidur anak 1
  2. ruang tidur anak 2
  3. kamar mandi
  4. dapur
  5. perpustakaan / ruang ibadah
  6. ruang cuci, setrika dan jemur
  7. ruang tidur pembantu
  8. kamar mandi pembantu

Setelah daftar ruang disusun, hitung luas masing-masing ruangan. Untuk mendapatkan luas ruang yang diperlukan, Anda bisa mengasumsikan dengan menghitung luas dan jumlah furnitur yang dibutuhkan diruangan tersebut. Untuk Anda yang awam, Anda bisa mencoba mengukur furnitur yang ada sebagai perbandingan. Setelah ukuran masing-masing furnitur didapatkan, tambahkan sekitar 30% dari luasannya untuk sirkulasi atau gerak Anda, bukaan pintu maupun jarak antara furnitur yang diperlukan. Atau untuk mudahnya, bisa saja tambahkan sekitar 60 cm masing-masing furnitur tadi.

Contoh :

Menghitung Luas Ruang Tidur Anak.

  1. Ranjang standar single : 3.20 m2
  2. Lemari pakaian : 1.15 m2
  3. Meja belajar : 1.68 m2
  4. Pintu : 1.52 m2

Jumlah 7.55 m2 (minimal)

Lalu tambahkan sekitar 20 -30%, agar ruang bisa teras lebih nyaman, sehingga didapat 7.55 + 20% = 9.06 m2 dibulatkan menjadi 9.00 m2. Jadi kita dapatkan ukuran ruang anggap saja 3.00 x 3.00 m2.

Anda bisa melakukan hal yang sama untuk semua ruangan yang dibutuhkan, kemudian jumlahkan seluruhnya untuk mendapatkan hasil akhir luas ruang keseluruhan. Selanjutnya periksa kembali apakah luas tersebut sudah sesuai dengan keinginan Anda, biaya yang tersedia, dan luas lantai keseluruhan rumah. Jika ternyata melebihi perhitungan, Anda perlu mencoret daftar ruangan mulai dari yang terbawah atau mengurangi luas ruangan-ruangannya. Dari sini kita bisa mengantidipasi apakah perlu membangun bangunan bertingkat atau tidak, sehingga dari segi biaya dan struktur bangunan harus sudah dipersiapkan untuk bangunan (bertingkat dua lantai).

(sumber: serial rumah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s