Bulan: Januari 2010

Merencanakan Renovasi RUMAH Sendiri(2)

Membuat DENAH RUANGAN

Ketika menerapkan ukuran rumah kedalam gambar, perlu diperhatikan kembali denah lama Rumah Anda. Seberapa banyak Anda akan melakukan renovasi, sehingga seberapa perlu melakukan pembongkaran. Selain itu, masalah Utilitas Rumah, seperti jalur pipa air bersih dan air kotor serta kelistrikan, sedapat mungkin dipertahankan untuk mempermudah dan menghemat biaya renovasi.

Ruangan apa saja yang harus diprioritaskan mendapatkan akses langsung dari luar atau yang membutuhkan sinar matahari dan pertukaran hawa, itu yang harus diletakkan pada bagian yang berhubungan dengan udara terbuka. Contoh ruangan yang mempunyai akses langsung adalah garasi/carport dan ruang tamu. Contoh ruangan yang membutuhkan sinar matahari dan/atau pertukaran udara adalah kamar tidur dan dapur. Ruangan yang hanya membutuhkan pertukaran udara adalah kamar mandi/wc.

Jadi, sudah pasti carport atau garasi berada paling depan. Kemudian Ruang tamu sebagai ‘pintu masuk’ kedalam rumah. Usahakan meletakkan kamar-kamar tidur menghadap keluar (kehalaman depan atau halaman belakang) agar bisa mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Selanjutnya, tentukan lokasi ruangan-ruangan yang basah seperti dapur, kamar mandi dan tempat cuci. Usahakan berdekatan atau berada didalam disatu jalur agar memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor, terutama dari buangan WC menuju septic tank diupayakan selurus mungkin. Misalnya dapur berdekatan dengan kamar mandi dan ruang cuci, atau bila bertingkat, kamar mandi atas berada diatas kamar mandi bawah. Tapi jangan sampai meletakkan kamar mandi diatas dapur. Secara psikologis dan logika saja rasanya kurang nyaman untuk memasak makanan dilantai bawah sementara diatasnya tempat membuang sisa makanan.

Sirkulasi Udara dan Sinar Matahari

Agar UDARA bisa leluasa bergerak didalam rumah, buatlah langit-langit cukup tinggi (minimal 3,00m). Atau buat salah satu ruang bersama (misalnya ruang keluarga atau ruang makan) tanpa menggunakan langit-langit, tetapi beri jendela kecil atau lubang ventilasi diatas dindingnya. Untuk rumah bertingkat, usahakan memanfaatkan mezzanine yaitu balkon didalam rumah, sehingga dari lantai atas kita bisa melihat ke lantai bawah. Langit-langit atau atap diatas mezzanine tersebut dibuat lebih tinggi lagi. Dengan adanya ruang yang tinggi dan berventilasi, udara akan leluasa bergerak. Udara panas yang berat jenisnya lebih ringan dengan sendirinya naik ke atas. Jadi kita yang berada dibawah akan merasakan udara yang lebih sejuk daripada di atas.

Perlunya TAMAN

TAMAN memiliki manfaat yang sangat banyak, bisa menjadi penyaring udara, kebisingan dan juga debu, serta buffer atau pelindung. Taman depan bisa ditanami pohon yang sekaligus berfungsi sebagai peneduh, sedangkan untuk pelengkapnya bisa dipilih bermacam semak atau perdu serta dikombinasi dengan penutup tanah berupa rumput. Sedapat mungkin jangan membuat perkerasan beton atau batu di taman depan, sebab dengan adanya perkerasan penuh berarti mengurangi penyerapan air kedalam tanah. Apabila perlu, lantai carport pun bisa menggunakan paving block.

Untuk Taman belakang atau taman di dalam, bisa saja dibuat menjadi dry garden, yaitu cukup dengan menebarkan batu kerikil bulat dan meletakkan beberapa tanaman dalam pot yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari penuh seperti paku-pakuan atau jenis indoor plant lainnya. Alternatif lain bisa juga dibuatkan kolam kecil, karena sifat air pada kolam dan suara gemericik air bisa menambah kesejukan didalam rumah.

Untuk membuat rencana rumah sendiri memang diperlukan kesabaran dan ketelatenan untuk belajar mencoba. Namun, apabila hasil akhirnya bisa dinikmati oleh seluruh keluarga, alangkah puas dan tidak sia-sialah pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Jadi, sebetulnya tidak terlalu sulit bukan untuk menciptakan rumah kita menjadi istana yang nyaman? Rumah yang nyaman, meski kecil akan menjadi tempat yang selalu kita rindukan manakala kita bepergian. Rumah nyaman dan sejuk hasil kreasi sendiri, yang didalamnya senantiasa diisi pula oleh kehangatan hubungan keluarga, cinta dan kasih sayang akan senantiasa menjadi tempat yang selalu dirindukan. (serial rumah)

Merencanakan Renovasi RUMAH Sendiri(1)

Dalam melakukan Renovasi, adalah wajar apabila kita ingin memanfaatkan lahan rumah semaksimal mungkin. Namun, seringkali sebagian orang melupakan faktor keamanan, kenyamanan, estetika maupun legalitas. Untuk memadukan semua unsur diatas, diperlukan keahlian khusus, yang juga harus dipelajari secara khusus pula. Peranan Arsitek dalam mewujudkan Rumah Idaman sangat diperlukan, agar semua unsur tadi dapat menyatu dalam tatanan atau paduan yang serasi dan seimbang. Arsitek akan mencoba menerjemahkan keinginan Pemilik Rumah dan menuangkannya dalam bentuk Gambar.

Pada tulisan ini, kami ingin membagi pengalaman praktis atau kiat-kiat bagaimana mengoptimalkan lahan terbatas dirumah, dan sekaligus bisa mendapatkan ruang (space) dan ruangan (room) tambahan sesuai kebutuhan serta membuat Anda bisa menjadi Arsitek untuk rumah sendiri.

Kenali Rumah Anda

Sebelum Anda membuat rencana renovasi, yang pertama harus Anda lakukan adalah mempelajari rumah anda sendiri. Berikut informasi yang seharusnya perlu Anda ketahui.

  • Peraturan membangun rumah yang telah dibuat oleh Pemerintah setempat.
  • Kualitas bangunan, khususnya aspek struktur bangunan.
  • Arah mata angin dan kemana arah rumah menghadap. Dengan mengetahui arah mata angin, anda dapat mengetahui pula arah pergerakan sinar matahari. Dengan demikian, perletakan ruangan dan bukaan-bukaan (pintu, jendela dan ventilasi) bisa disesuaikan dengan arah masuknya sinar matahari.
  • Kemiringan tanah. Ini diperlukan untuk menentukan kemana air mengalir. Apabila sudah ada selokan, Anda tidak perlu lagi mencari pembuangan air limbah cuci dan mandi.
  • Posisi dan kapasitas septic tank. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa mempertimbangkan apakah satu septic tank mampu untuk menampung limbah anggota keluarga yang bertambah atau jumlah kamar mandi yang bertambah.

Kebiasaan Anggota Keluarga

Dengan mengetahui kebiasaan sehari-hari pemilik rumah, Anda akan terbantu mendapatkan ruang yang sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk rumah yang ruangnya terbatas.

Kebutuhan mandi, misalnya. Apakah perlu memiliki bathtub di kamar mandi, sementara sehari-harinya anda membutuhkan waktu paling tidak 5 menit dengan pancuran (shower) atau menggunakan gayung.

Contoh lain adalah seberapa sering dan banyak anda menerima tamu resmi yang memerlukan ruang tamu, sementara dirumah juga ada ruang keluarga? Kalau kedatangan tamu hanya satu minggu sekali, dan itupun tamu jauh misalnya, mengapa memerlukan dua buah ruang duduk (ruang tamu dan ruang keluarga), sementara satu ruang keluarga yang cukup besar dan nyaman bisa menampung kegiatan tersebut?

Contoh lain adalah kebiasaan memasak. Apakah anda melakukan belanja setiap hari seperti berbelanja di tukang sayur, misalnya. Atau belanja hanya satu minggu sekali? Apabila kegiatan belanja anda adalah yang pertama, ada baiknya meletakkan dapur dibagian depan, sehingga kegiatan anda berbelanja dan keluar masuk rumah bisa melalui dapur saja.

Menghitung Kebutuhan Ruang

Buatlah Daftar Ruangan apa saja yang Anda butuhkan. Anda sebaiknya memulai dari yang paling utama dibutuhkan, hingga yang paling akhir. Buat urutan dari nomor satu, hingga yang terakhir. Contoh :

  1. ruang tidur anak 1
  2. ruang tidur anak 2
  3. kamar mandi
  4. dapur
  5. perpustakaan / ruang ibadah
  6. ruang cuci, setrika dan jemur
  7. ruang tidur pembantu
  8. kamar mandi pembantu

Setelah daftar ruang disusun, hitung luas masing-masing ruangan. Untuk mendapatkan luas ruang yang diperlukan, Anda bisa mengasumsikan dengan menghitung luas dan jumlah furnitur yang dibutuhkan diruangan tersebut. Untuk Anda yang awam, Anda bisa mencoba mengukur furnitur yang ada sebagai perbandingan. Setelah ukuran masing-masing furnitur didapatkan, tambahkan sekitar 30% dari luasannya untuk sirkulasi atau gerak Anda, bukaan pintu maupun jarak antara furnitur yang diperlukan. Atau untuk mudahnya, bisa saja tambahkan sekitar 60 cm masing-masing furnitur tadi.

Contoh :

Menghitung Luas Ruang Tidur Anak.

  1. Ranjang standar single : 3.20 m2
  2. Lemari pakaian : 1.15 m2
  3. Meja belajar : 1.68 m2
  4. Pintu : 1.52 m2

Jumlah 7.55 m2 (minimal)

Lalu tambahkan sekitar 20 -30%, agar ruang bisa teras lebih nyaman, sehingga didapat 7.55 + 20% = 9.06 m2 dibulatkan menjadi 9.00 m2. Jadi kita dapatkan ukuran ruang anggap saja 3.00 x 3.00 m2.

Anda bisa melakukan hal yang sama untuk semua ruangan yang dibutuhkan, kemudian jumlahkan seluruhnya untuk mendapatkan hasil akhir luas ruang keseluruhan. Selanjutnya periksa kembali apakah luas tersebut sudah sesuai dengan keinginan Anda, biaya yang tersedia, dan luas lantai keseluruhan rumah. Jika ternyata melebihi perhitungan, Anda perlu mencoret daftar ruangan mulai dari yang terbawah atau mengurangi luas ruangan-ruangannya. Dari sini kita bisa mengantidipasi apakah perlu membangun bangunan bertingkat atau tidak, sehingga dari segi biaya dan struktur bangunan harus sudah dipersiapkan untuk bangunan (bertingkat dua lantai).

(sumber: serial rumah)


Design Project 2

Inspirasi Desain Rumah Tinggal dengan luas bangunan kurang dari 100m-200m. Gaya Desain yang ditampilkan masih menggunakan Tropical style yang diolah dan dipadu secara modern dan minimalis style.

Jika Anda berminat dan terinspirasi dengan bentuk dan model desain rumah tinggal diatas, silahkan kirim data-data dan kebutuhan Anda kepada Kami ‘team3ruang architect’ , melalui email disini.

Design Project

Beberapa contoh Desain Rumah Tinggal yang telah dan sedang dikerjakan, Kami tampilkan untuk menjadi bahan acuan atau INSPIRASI Desain Rumah Tinggal anda…

Jika Anda berminat untuk merencanakan Rumah anda dan terinspirasi dengan style/gaya desain-desain silahkan hubungi Kami ‘team3ruang architect’……

Kami akan membantu  mewujudkan Rumah Impian anda, memberikan inspirasi desain sesuai keinginan anda dengan biaya konsultasi yang sangat terjangkau.

Silahkan kirim data-data & kebutuhan ruangan anda kepada Kami disini.

Untuk informasi lebih lanjut klik disini…(lihat pada: Konsultasi Arsitektur online)

Pengecatan Maksimal

Agar hasil Pengecatan Maksimal, termasuk agar warna cat sesuai dengan dikemasan, berikut hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pengecatan :

  • Persiapan untuk Tembok baru, tunggu hingga benar-benar kering. Setidaknya setelah berusia 28 hari. Pada saat itu kelembaban tembok diperkirakan tidak lebih dari 16% dan keasaman tembok berkisar pH 7-8. Angka ini menentukan keberhasilan memperoleh warna sesuai kemasan.
  • Laburkan zat anti-alkali, terutama untuk tembok baru. Jika tembok sudah lama, gunakanlah wallsealler. Tunggu zat pelapis ini sampai benar-benar kering. Selang waktu pengeringan beragam, antara 2 jam sampai 1 hari.
  • Aduk cat hingga rata dan sempurna. Sapukan ke dinding. Lakukan 2 kali pengecatan. Pertama sebagai dasar dan kedua untuk menutupi pori-pori dinding yang masih terbuka sekaligus meratakannya.
  • Sebaiknya Anda gunakan Roll set berbulu halus dan pendek, bukan roll dari bahan sponge.
  • Hindari menyentuh Cat sebelum benar-benar kering. (ideA)

Alasan Menggunakan Jasa Arsitek

Apa yang dilakukan oleh seorang arsitek untuk proyek Anda?

  1. Arsitek dilatih untuk menerima penjelasan dari Anda dan dapat melihat konsep besarnya – mereka menyadari kebutuhan-kebutuhan penting Anda untuk mendesain bangunan yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan kebutuhan bisnis Anda.
  2. Arsitek dapat menghemat uang Anda dengan memaksimalkan investasi Anda. Sebuah bangunan yang terdesain dengan baik dapat mengurangi biaya Anda saat ini dan meningkatkan nilainya untuk jangka panjang.
  3. Arsitek dapat menghemat waktu Anda – dengan mengatur dan mengoordinasikan elemen-elemen penting dalam proyek, sehingga memberikan Anda waktu untuk berkonsentrasi kepada aktifitas organisasi Anda.
  4. Arsitek dapat membantu bisnis Anda. Mereka menciptakan lingkungan binaan secara keseluruhan – interior dan eksterior – yang nyaman dan fungsional untuk para pengguna dan penghuni lingkungan tersebut.

(sumber: informasi umum IAI)

Permasalahan pada Dinding

  • Dinding Lembab

Penyebab : Rembesan air yang masuk kedalam dinding. Akibatnya dinding menggelembung, mengelupas dan timbul bercak-bercak.

Solusi :  Sumber Rembesan air harus dicari. Setelah ditemukan segera perbaiki. Setelah masalah teratasi, cat dikerok dan diampelas, lalu diberi sealler, lantas lakukan pengecatan. Pilih sealler yang tahan air, sehingga jika rembesan masih terjadi tidak mengganggu cat.

  • Cat mengelupas

Penyebab : Pre-treatment yang salah sehingga lapisan cat akhir tidak merekat dengan kuat.

Solusi : Gunakan lapisan cat dasar agar pengecatan akhir merekat kuat. Cat dasar ini membantu mencegah serangan alkali dari campuran pasir-semen-air yang merupakan material pembentuk tembok.

  • Cat berjamur atau berlumut

Penyebab : Kelembaban udara akibat pengecatan yang keliru. Permukaan tembok jelek dan rentan bocor.

Solusi : Dinding yang berjamur ‘disembuhkan’ dulu. Berikan cairan anti jamur hingga seluruh jamur mati. Lalu kelupas semua jamur yang menempel didinding. Ampelas dan sikat hingga bersih. Setelah itu biarkan hingga dinding kering. Kemudian aplikasikan cat diatasnya. (ideA)